![]() |
| Gambar : Charger Mobil Listrik, Credit Magnific |
Pertanyaan ini terlihat sepele, padahal efeknya cukup besar terhadap kesehatan baterai. Salah menyimpan level baterai bisa mempercepat degradasi, membuat performa menurun, bahkan memengaruhi umur pakai baterai dalam jangka panjang.
Apalagi sekarang makin banyak pengguna mobil listrik di Indonesia yang memakai kendaraan hanya saat akhir pekan atau sesekali saja. Mobil lebih sering parkir dibanding dipakai harian.
Lalu sebenarnya berapa persen baterai yang aman saat mobil listrik tidak digunakan?
Jangan Simpan Baterai dalam Kondisi Full 100 Persen
Banyak orang berpikir baterai penuh berarti paling aman. Faktanya justru sebaliknya.
Baterai lithium-ion pada mobil listrik tidak suka berada di kondisi terlalu penuh dalam waktu lama. Saat baterai terus berada di angka 100 persen, tekanan kimia di dalam sel baterai meningkat. Jika terlalu sering terjadi, kapasitas baterai bisa lebih cepat turun.
Karena itu, sebagian besar produsen mobil listrik menyarankan pengguna tidak membiarkan mobil parkir lama dalam kondisi full charge.
Idealnya, hindari:
- Menyimpan mobil seminggu lebih dalam kondisi 100 persen
- Membiarkan mobil selesai charging semalaman terus tidak dipakai berhari-hari
- Parkir lama setelah fast charging penuh
Semakin lama baterai berada di titik maksimal, semakin besar potensi stres pada sel baterai.
Jangan Juga Terlalu Kosong
Kalau baterai penuh tidak bagus, apakah lebih aman di bawah 10 persen?
Jawabannya juga tidak.
Baterai mobil listrik yang terlalu rendah berisiko mengalami deep discharge. Dalam kondisi tertentu, baterai bisa drop terlalu jauh dan sulit diaktifkan kembali.
Selain itu, mobil listrik tetap memakai sedikit daya meski sedang parkir. Sistem monitoring, pendingin baterai, hingga koneksi aplikasi masih bekerja di belakang layar.
Itulah kenapa baterai bisa berkurang sendiri walau mobil tidak dipakai.
Kalau awalnya tinggal 5 persen lalu didiamkan berminggu-minggu, ada kemungkinan baterai benar-benar habis.
Persentase Ideal Saat Mobil Disimpan
Sebagian besar ahli dan produsen EV menyarankan level baterai di kisaran:
50–80 persen
Rentang ini dianggap paling stabil untuk menjaga kesehatan baterai lithium-ion.
Jika mobil hanya disimpan beberapa hari:
- 60 persen sampai 80 persen masih aman
Jika mobil disimpan lebih lama:
- sekitar 50–60 persen lebih ideal
Kondisi ini membuat tegangan baterai tetap stabil dan tidak terlalu membebani sel.
Kenapa 50–80 Persen Dianggap Aman?
Secara sederhana, baterai lithium-ion bekerja paling nyaman di level tengah.
Mirip seperti tubuh manusia yang lebih stabil saat tidak terlalu lapar atau terlalu kenyang.
Di level tengah:
- suhu baterai lebih stabil
- tekanan kimia lebih rendah
- degradasi melambat
- umur baterai lebih panjang
Karena itu banyak produsen EV modern juga menyediakan fitur pembatas charging hingga 80 persen untuk pemakaian harian.
Baca Juga :
Mobil Listrik Lama Tidak Dipakai Bisa Rusak? Ini Penjelasan Lengkap dan Cara Mencegahnya
Bagaimana Jika Mobil Disimpan Berbulan-bulan?
Kalau mobil listrik akan ditinggal sangat lama, misalnya:
- perjalanan dinas
- liburan panjang
- kendaraan jarang dipakai
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
1. Simpan baterai sekitar 50–60 persen
Jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah.
2. Parkir di tempat teduh
Suhu panas menjadi musuh utama baterai lithium-ion.
Hindari:
- parkir outdoor terlalu lama
- terkena matahari langsung setiap hari
- ruangan panas tanpa ventilasi
3. Cek kondisi baterai sesekali
Kalau memungkinkan, hidupkan mobil atau cek aplikasi setiap beberapa minggu.
Tujuannya memastikan daya baterai tidak turun terlalu jauh.
4. Jangan terlalu sering fast charging sebelum disimpan
Fast charging memang praktis, tetapi menghasilkan panas lebih tinggi dibanding AC charging biasa.
Kalau mobil akan diparkir lama, charging normal lebih disarankan.
Apakah Mobil Listrik Tetap Kehabisan Daya Saat Parkir?
Ya, tetap bisa.
Fenomena ini disebut vampire drain atau phantom drain.
Mobil tetap memakai sedikit energi untuk:
- sistem keamanan
- sensor
- pendingin baterai
- koneksi internet
- aplikasi smartphone
Namun jumlahnya biasanya kecil.
Pada mobil modern, penurunan baterai umumnya hanya beberapa persen dalam beberapa hari atau minggu tergantung model kendaraan.
Bagaimana dengan Aki 12 Volt?
Ini sering dilupakan pemilik EV.
Selain baterai utama, mobil listrik juga memiliki aki 12 volt seperti mobil biasa. Aki ini mengatur berbagai sistem elektronik kendaraan.
Kalau mobil terlalu lama tidak dipakai:
- aki 12V bisa drop
- mobil sulit dinyalakan
- beberapa fitur tidak bekerja
Karena itu sesekali menyalakan kendaraan tetap disarankan meski mobil jarang digunakan.
Apakah Charging Sampai 100 Persen Selalu Buruk?
Tidak juga.
Charging hingga 100 persen masih aman jika:
- mobil langsung dipakai
- untuk perjalanan jauh
- tidak didiamkan terlalu lama
Yang kurang bagus adalah:
baterai penuh lalu mobil parkir berhari-hari.
Jadi konteks penggunaannya tetap penting.
Menyimpan mobil listrik ternyata tidak bisa sembarangan. Level baterai sangat berpengaruh terhadap kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Persentase yang paling ideal saat mobil disimpan berada di kisaran: 50–80 persen
Hindari membiarkan baterai:
- terlalu penuh
- terlalu kosong
- terkena panas berlebihan
Perawatan sederhana seperti ini bisa membantu menjaga performa baterai tetap optimal dan memperpanjang usia pakai mobil listrik Anda.
Apalagi harga baterai EV tidak murah. Menjaganya sejak awal jelas jauh lebih baik dibanding harus mengganti di kemudian hari.
