Widget HTML Atas

Deskripsi Gambar

Perbedaan Cara Kerja Aki Mobil Listrik dengan Mobil Konvensional

Ilustrasi Perbedaan Cara Kerja Mobil Listrik dengan Mobil Konvensional

Perkembangan kendaraan listrik membuat banyak orang mulai membandingkannya dengan mobil konvensional berbahan bakar bensin atau diesel. Salah satu komponen yang sering disalahpahami adalah aki. Meski sama-sama disebut aki, cara kerja, fungsi, dan perannya pada mobil listrik sangat berbeda dibandingkan mobil konvensional. Artikel ini akan membahas perbedaannya secara jelas dan mudah dipahami.

1. Fungsi Utama Aki

Aki Mobil Konvensional
Pada mobil berbahan bakar bensin atau diesel, aki berfungsi sebagai sumber listrik utama untuk:

  • Menyalakan starter mesin

  • Menyuplai listrik ke sistem pengapian

  • Menghidupkan lampu, audio, AC, dan perangkat elektronik lainnya

Setelah mesin hidup, sebagian besar kebutuhan listrik akan disuplai oleh alternator, sementara aki bertugas menyimpan cadangan daya.

Aki Mobil Listrik
Pada mobil listrik, aki bukan sumber tenaga penggerak utama. Mobil listrik menggunakan baterai traksi (traction battery) bertegangan tinggi sebagai sumber tenaga motor listrik. Aki pada mobil listrik berfungsi untuk:

  • Menyuplai listrik ke sistem kelistrikan 12V

  • Menghidupkan sistem komputer dan kontrol kendaraan

  • Mendukung lampu, wiper, head unit, dan sensor

2. Perbedaan Sumber Tenaga

Mobil Konvensional

  • Mesin digerakkan oleh pembakaran bahan bakar

  • Aki hanya membantu proses awal (starter)

  • Alternator mengisi ulang aki saat mesin menyala

Mobil Listrik

  • Motor listrik digerakkan oleh baterai traksi

  • Aki 12V mendapat suplai dari baterai utama melalui DC-DC converter

  • Tidak ada alternator seperti pada mobil konvensional

3. Jenis dan Kapasitas Aki

Aki Mobil Konvensional

  • Umumnya menggunakan aki basah atau aki MF (Maintenance Free)

  • Tegangan 12V

  • Kapasitas relatif kecil

Aki Mobil Listrik

  • Tetap menggunakan aki 12V (timbal-asam atau lithium 12V)

  • Tidak digunakan untuk menggerakkan kendaraan

  • Lebih fokus pada kestabilan sistem elektronik

Sementara itu, baterai utama mobil listrik biasanya berbasis lithium-ion dengan tegangan ratusan volt, yang tidak ditemukan pada mobil konvensional.

4. Cara Pengisian Aki

Mobil Konvensional

  • Aki diisi oleh alternator saat mesin hidup

  • Jika mesin jarang digunakan, aki bisa tekor

Mobil Listrik

  • Aki 12V diisi otomatis dari baterai traksi

  • Selama baterai utama memiliki daya, sistem akan menjaga aki tetap terisi

  • Risiko aki soak tetap ada, namun lebih jarang terjadi jika sistem kendaraan berfungsi normal

5. Dampak Jika Aki Bermasalah

Mobil Konvensional

  • Mesin sulit atau tidak bisa distarter

  • Kelistrikan tidak berfungsi optimal

Mobil Listrik

  • Kendaraan bisa gagal menyala meski baterai utama penuh

  • Sistem komputer dan kontrol tidak aktif

  • Mobil tidak dapat dijalankan karena sistem keselamatan tidak aktif

Hal ini membuat kondisi aki 12V pada mobil listrik tetap krusial meski bukan sumber tenaga utama.

6. Perawatan dan Umur Pakai

Mobil Konvensional

  • Umur aki rata-rata 2–3 tahun

  • Sangat dipengaruhi oleh frekuensi pemakaian dan kondisi mesin

Mobil Listrik

  • Umur aki 12V bisa setara atau sedikit lebih lama

  • Sistem elektronik lebih terkontrol, namun tetap perlu pengecekan berkala

  • Baterai traksi memiliki umur jauh lebih panjang dan terpisah dari aki

Meski sama-sama disebut aki, cara kerja aki pada mobil listrik dan mobil konvensional sangat berbeda. Pada mobil konvensional, aki berperan penting dalam proses starter dan bergantung pada alternator. Sementara pada mobil listrik, aki hanya mendukung sistem kelistrikan dan kontrol, dengan tenaga utama berasal dari baterai traksi bertegangan tinggi.

Memahami perbedaan ini penting agar pemilik mobil listrik tidak salah kaprah dalam perawatan dan penanganan masalah kelistrikan. Bagi sobat evcar.id, pengetahuan ini juga bisa menjadi bekal sebelum beralih ke kendaraan listrik yang lebih modern dan ramah lingkungan.