Widget HTML Atas

Deskripsi Gambar

Biaya Grounding Mobil Listrik: Penting untuk Keamanan, Berapa Kisaran Biayanya?

Seiring meningkatnya adopsi mobil listrik di Indonesia, kesadaran akan aspek keselamatan instalasi pengisian daya di rumah juga semakin penting. Salah satu komponen krusial yang sering diabaikan adalah grounding atau sistem pentanahan listrik. Padahal, grounding berperan besar dalam melindungi pengguna, kendaraan, dan instalasi listrik dari risiko korsleting maupun sengatan listrik.

Gambar : Ilustrasi freepik.com

Lantas, apa itu grounding mobil listrik, mengapa wajib, dan berapa biaya yang perlu disiapkan?

Apa Itu Grounding pada Mobil Listrik?

Grounding adalah sistem pengamanan listrik yang menghubungkan arus bocor ke tanah melalui batang atau kabel khusus. Pada konteks mobil listrik, grounding diterapkan pada home charger (wall charger) agar arus listrik berlebih atau gangguan dapat dialirkan dengan aman ke tanah, bukan ke bodi mobil atau pengguna.

Tanpa grounding yang baik, risiko yang bisa terjadi antara lain:

  • Sengatan listrik saat menyentuh charger atau mobil

  • Kerusakan komponen kelistrikan mobil

  • Charger tidak berfungsi atau sering error

  • Risiko kebakaran akibat arus bocor

Apakah Grounding Wajib untuk Charger Mobil Listrik?

Jawabannya: ya, wajib.
Sebagian besar produsen mobil listrik dan charger mensyaratkan grounding dengan standar tertentu agar garansi kendaraan dan charger tetap berlaku.

Di Indonesia, instalasi grounding juga mengacu pada standar kelistrikan rumah tangga (PUIL) yang mengharuskan sistem pentanahan dengan nilai tahanan tanah tertentu, umumnya di bawah 5 ohm.

Komponen Grounding Mobil Listrik

Biaya grounding ditentukan oleh beberapa komponen berikut:

  1. Batang Grounding (Ground Rod)
    Biasanya terbuat dari tembaga atau baja berlapis tembaga dengan panjang 1,5–3 meter.

  2. Kabel Grounding
    Kabel tembaga berukuran tertentu (misalnya 10–16 mm²) untuk menghubungkan charger ke ground rod.

  3. Clamp dan Aksesoris
    Digunakan untuk mengikat kabel ke batang grounding secara aman.

  4. Jasa Instalasi Teknisi
    Termasuk pengeboran tanah, pengukuran resistansi, dan pemasangan sesuai standar.

isaran Biaya Grounding Mobil Listrik di Indonesia

Secara umum, biaya grounding mobil listrik berkisar antara Rp500.000 hingga Rp2.000.000, tergantung kondisi rumah dan spesifikasi instalasi. Berikut rinciannya:

1. Rumah dengan Grounding Existing

Jika rumah sudah memiliki grounding yang baik dan memenuhi standar:

  • Biaya tambahan: Rp0 – Rp300.000

  • Biasanya hanya perlu pengecekan dan penyesuaian kabel

2. Grounding Baru (Standar Umum)

Untuk rumah tanpa sistem grounding:

  • Ground rod + kabel + instalasi: Rp800.000 – Rp1.500.000

3. Grounding Khusus / Tanah Sulit

Untuk kondisi tanah keras, berbatu, atau resistansi tinggi:

  • Bisa mencapai: Rp1.500.000 – Rp2.000.000

  • Terkadang membutuhkan lebih dari satu batang grounding

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Grounding

Beberapa faktor utama yang membuat biaya grounding berbeda-beda:

  • Jenis dan kondisi tanah

  • Panjang batang grounding

  • Jarak charger ke titik grounding

  • Standar yang diminta pabrikan charger

  • Lokasi rumah dan biaya jasa teknisi

Apakah Grounding Bisa Dipasang Sendiri?

Secara teknis bisa, namun tidak disarankan jika tidak memiliki alat dan pemahaman kelistrikan. Kesalahan pemasangan grounding dapat menyebabkan:

  • Nilai resistansi tidak sesuai standar

  • Charger tetap error atau tidak aman

  • Risiko kehilangan garansi charger atau kendaraan

Sebaiknya gunakan teknisi listrik berpengalaman atau instalator resmi charger mobil listrik.

Grounding bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen wajib dalam instalasi charger mobil listrik. Dengan biaya yang relatif terjangkau dibandingkan harga kendaraan, grounding memberikan perlindungan maksimal bagi pengguna, mobil, dan rumah.

Jika Anda berencana memasang home charger, pastikan sistem grounding diperiksa dan dipasang sesuai standar. Investasi kecil ini dapat mencegah risiko besar di kemudian hari.