Freelander 8 menjadi salah satu SUV baru yang cukup menarik perhatian di pasar otomotif global. Mobil ini hadir membawa nama Freelander yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari keluarga Land Rover, tetapi generasi barunya kini hadir dengan konsep berbeda sebagai merek mandiri hasil kolaborasi antara Chery Group dan Jaguar Land Rover (JLR).
Menariknya, Freelander 8 bukan sekadar SUV premium berukuran besar. Mobil ini dikembangkan dengan teknologi elektrifikasi, sistem penggerak all-wheel drive, teknologi bantuan berkendara cerdas, serta kemampuan berkendara di berbagai medan.
Kabar mengenai kehadirannya di Indonesia juga semakin kuat. Chery Group telah menyebut bahwa merek Freelander akan masuk ke Indonesia pada 2027. Bahkan, sejumlah laporan terbaru menyebut Freelander 8 menjadi kandidat utama yang akan diperkenalkan di pasar Indonesia.
Namun, konsumen Indonesia masih harus menunggu pengumuman resmi mengenai harga, varian, spesifikasi final, serta apakah mobil ini akan didatangkan dalam bentuk CBU atau dirakit secara lokal.
Freelander 8 Bukan Land Rover Baru
Sebelum membahas spesifikasinya, ada satu hal yang perlu diluruskan. Freelander 8 memang lahir dari kerja sama Chery dan Jaguar Land Rover, tetapi mobil ini bukan merupakan produk Land Rover yang menggunakan merek Range Rover, Defender atau Discovery.
Freelander kini diposisikan sebagai merek tersendiri dengan karakter British Premium Intelligent All-Terrain. Karena itu, pada bagian eksterior Freelander 8 tidak menggunakan emblem Land Rover.
Model ini diproduksi melalui fasilitas Chery-JLR di Changshu, China. Produksi massal Freelander 8 untuk pasar China telah dimulai pada 2026, sementara ekspansi ke pasar internasional dilakukan secara bertahap.
FREELANDER juga menempatkan kemampuan teknologi dan kemampuan all-terrain sebagai salah satu identitas utamanya. Artinya, mobil ini tidak hanya mengejar tampilan premium, tetapi juga mencoba menawarkan kemampuan berkendara di medan yang lebih berat.
Desain Besar dengan Karakter SUV Premium
Secara ukuran, Freelander 8 tergolong SUV besar. Bodinya memiliki panjang sekitar 5.118 mm, lebar 2.050 mm, tinggi sekitar 1.898 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 3.040 mm.
Jika menggunakan perlengkapan kait derek elektrik tertentu, panjang keseluruhan kendaraan dapat mencapai sekitar 5.185 mm.
Dimensi tersebut membuat Freelander 8 memiliki proporsi yang sangat besar untuk sebuah SUV. Wheelbase 3.040 mm juga memberikan ruang yang cukup luas untuk kabin tiga baris pada konfigurasi tertentu.
Desain eksteriornya menggabungkan karakter SUV premium dengan elemen modern. Bagian depan memiliki grille tertutup, lampu depan dengan desain khas Freelander, serta identitas lampu yang dibuat untuk memberikan tampilan futuristis.
Bagian belakang juga dibuat tegas dengan spoiler besar dan desain lampu yang menyatu dengan karakter bodinya.
Interior Freelander 8
Masuk ke dalam kabin, Freelander 8 membawa konsep interior yang jauh lebih modern dibandingkan Freelander generasi lama.
Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah penggunaan layar besar yang membentang pada dashboard. Pada spesifikasi tertentu, Freelander 8 dibekali layar panorama berukuran sekitar 46,3 inci serta layar tengah berukuran sekitar 15,6 inci.
Sistem komputasi kendaraan menggunakan platform Qualcomm Snapdragon kelas tinggi. Teknologi tersebut menjadi bagian penting dalam pengoperasian sistem infotainment, konektivitas serta berbagai fungsi bantuan pengemudi.
Kabin Freelander 8 juga tersedia dalam konfigurasi lima dan enam penumpang, tergantung varian dan pasar. Untuk versi enam penumpang, susunan kursinya menggunakan konfigurasi 2+2+2.
Dengan bodi lebih dari lima meter dan wheelbase lebih dari tiga meter, ruang kabin menjadi salah satu daya tarik utama mobil ini. Baris kedua dapat difokuskan pada kenyamanan penumpang, sementara baris ketiga memberikan fleksibilitas tambahan untuk membawa penumpang.
Spesifikasi Mesin dan Sistem Elektrifikasi
Freelander 8 menarik karena tersedia dengan beberapa konsep sistem penggerak tergantung pasar.
Untuk versi yang dikembangkan di China, salah satu konfigurasi utama menggunakan sistem Extended-Range Electric Vehicle atau EREV. Sistem ini pada dasarnya menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja sebagai range extender untuk menghasilkan listrik ketika diperlukan.
Konfigurasi tersebut menggunakan mesin bensin turbo 1,5 liter yang berfungsi sebagai range extender. Sistem penggeraknya juga menggunakan dua motor listrik dan arsitektur kelistrikan 800 volt.
Dalam konfigurasi EREV yang dipasarkan di China, total output sistem diklaim mencapai sekitar 610 kW atau 818 hp dengan torsi maksimum sekitar 813 Nm.
Angka tersebut membuat Freelander 8 berada di level performa yang sangat tinggi untuk sebuah SUV besar.
Baterai 60,3 kWh dan Jarak Tempuh Listrik
Freelander 8 EREV menggunakan baterai dengan kapasitas sekitar 60,3 kWh. Baterai ini berasal dari CATL dan menjadi sumber energi utama untuk motor listrik.
Berdasarkan pengujian CLTC di China, jarak tempuh menggunakan tenaga listrik dapat mencapai sekitar 310 km.
Angka CLTC perlu dipahami sebagai hasil pengujian standar China dan tidak bisa langsung disamakan dengan jarak tempuh dalam kondisi penggunaan sehari-hari di Indonesia. Jarak aktual dapat berubah tergantung kecepatan, kondisi jalan, temperatur, beban kendaraan, penggunaan AC dan gaya berkendara.
Salah satu teknologi yang juga menjadi perhatian adalah sistem pengisian cepat. Freelander 8 dengan sistem 800 volt diklaim mampu mengisi baterai dari 20 persen hingga 80 persen dalam sekitar 12 menit pada kondisi pengisian yang mendukung, dengan kemampuan pengisian hingga sekitar 6C.
Jika spesifikasi pengisian tersebut nantinya dibawa ke Indonesia, Freelander 8 akan memiliki kemampuan charging yang sangat menarik bagi konsumen yang sering melakukan perjalanan jauh.
Alternatif Plug-in Hybrid untuk Pasar Internasional
Selain versi EREV, Freelander 8 untuk pasar internasional juga diperkenalkan dalam konfigurasi hybrid dengan mesin 2.0 turbo.
Versi ini menggunakan baterai LFP berkapasitas sekitar 34,12 kWh dan sistem penggerak dual-motor AWD.
Dalam spesifikasi yang diperkenalkan untuk pasar Timur Tengah, total tenaga sistem mencapai sekitar 460 kW dengan torsi maksimum 662 Nm.
Jarak tempuh menggunakan tenaga listrik mencapai sekitar 110 km, sementara jarak tempuh gabungan dengan kondisi baterai dan bahan bakar penuh diklaim mencapai sekitar 886 km.
Spesifikasi ini menarik karena memberikan pilihan bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara listrik untuk penggunaan harian, tetapi tetap memiliki mesin bensin untuk perjalanan jauh.
Tabel Spesifikasi Freelander 8
| Spesifikasi | Freelander 8 |
|---|---|
| Jenis kendaraan | SUV premium elektrifikasi |
| Merek | FREELANDER |
| Kolaborasi | Chery Group dan Jaguar Land Rover |
| Konfigurasi kursi | 5 atau 6 penumpang, tergantung varian |
| Panjang | 5.118 mm |
| Panjang dengan kait derek elektrik | Hingga 5.185 mm |
| Lebar | 2.050 mm |
| Tinggi | Sekitar 1.898 mm |
| Wheelbase | 3.040 mm |
| Arsitektur listrik | 800 volt pada varian tertentu |
| Mesin EREV | 1.5 turbo, range extender |
| Tenaga sistem EREV | Hingga 610 kW / 818 hp |
| Torsi EREV | Hingga 813 Nm |
| Baterai EREV | 60,3 kWh |
| Jarak listrik EREV | Hingga 310 km CLTC |
| Varian hybrid internasional | 2.0 turbo hybrid |
| Kapasitas baterai hybrid | 34,12 kWh LFP |
| Tenaga hybrid internasional | Hingga 460 kW |
| Torsi hybrid internasional | Hingga 662 Nm |
| Jarak EV hybrid | Hingga 110 km |
| Jarak gabungan | Hingga 886 km, tergantung spesifikasi dan siklus pengujian |
| Penggerak | AWD dual-motor pada varian tertentu |
| Suspensi | Air suspension dua ruang pada spesifikasi tertentu |
| Ground clearance | Hingga sekitar 266 mm pada spesifikasi internasional |
| Kemampuan menerjang air | Hingga sekitar 900 mm, berdasarkan klaim pabrikan |
Teknologi All-Terrain
Salah satu pembeda Freelander 8 dengan SUV premium perkotaan biasa adalah kemampuannya menghadapi medan yang lebih beragam.
Mobil ini menggunakan sistem Intelligent All-Terrain System atau i-ATS. Sistem tersebut dirancang untuk menyesuaikan karakter kendaraan dengan kondisi permukaan jalan.
FREELANDER menyebut sistem tersebut memiliki sembilan mode berkendara yang mencak




