SPKLU TSM Bandung hadir di depan lobby utama dengan 5 titik charging yang dapat melayani hingga 7 mobil listrik sekaligus. Simak lokasi, daya charger dan estimasi biayanya.
andung semakin serius membangun ekosistem kendaraan listrik. Salah satu fasilitas yang menarik perhatian adalah SPKLU di Trans Studio Mall (TSM) Bandung yang berada di lokasi strategis, tepat di area depan lobby utama.
Kehadiran fasilitas ini cukup memudahkan pemilik mobil listrik yang sedang berkunjung ke mall. Pengguna tidak perlu berkeliling mencari area parkir tertentu atau menuju lokasi yang jauh dari pintu masuk. Titik charging berada di area yang mudah terlihat dan relatif mudah diakses.
Yang menarik, tersedia 5 titik charging yang dapat melayani hingga 7 mobil listrik secara bersamaan. Dengan kapasitas tersebut, pengguna memiliki lebih banyak pilihan ketika membutuhkan pengisian daya baterai saat berada di kawasan TSM Bandung.
Bagi pemilik mobil listrik yang sering beraktivitas di Bandung, keberadaan SPKLU seperti ini menjadi salah satu fasilitas penting. Apalagi kebutuhan charging semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan listrik yang beredar di jalan raya.
SPKLU TSM Bandung Berada Tepat di Depan Lobby Utama
Salah satu keunggulan utama SPKLU TSM Bandung adalah lokasinya.
Berdasarkan informasi yang tersedia, area charging berada tepat di depan lobby utama Trans Studio Mall Bandung. Posisi tersebut membuat fasilitas SPKLU relatif mudah ditemukan, terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.
Tidak sedikit pengguna mobil listrik yang masih menganggap mencari SPKLU di area pusat perbelanjaan sebagai sesuatu yang merepotkan. Lokasi charging terkadang berada di sudut area parkir, basement, atau bagian tertentu yang membutuhkan waktu untuk ditemukan.
Kondisi tersebut berbeda dengan fasilitas charging di TSM Bandung. Pengguna dapat langsung menuju area depan lobby untuk menemukan unit charger.
Konsep seperti ini memberikan keuntungan tersendiri. Sambil kendaraan melakukan pengisian daya, pemilik mobil dapat masuk ke dalam mall untuk berbelanja, makan, bekerja, atau sekadar menghabiskan waktu.
Dengan begitu, waktu menunggu proses charging bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lainnya.
Tersedia 5 Titik Charging untuk Hingga 7 Mobil
Informasi fasilitas yang tersedia menunjukkan bahwa SPKLU di TSM Bandung memiliki 5 mesin atau titik charging dengan kemampuan melayani hingga 7 mobil secara bersamaan.
Jumlah tersebut cukup menarik untuk ukuran fasilitas charging yang berada di pusat perbelanjaan.
Kapasitas beberapa kendaraan sekaligus tentu dapat membantu mengurangi potensi antrean, terutama pada waktu-waktu ramai seperti akhir pekan, hari libur, atau periode tertentu ketika jumlah pengunjung mall meningkat.
Bagi pengguna mobil listrik, jumlah titik charging menjadi salah satu pertimbangan penting ketika menentukan lokasi pengisian daya.
Semakin banyak titik yang tersedia, semakin besar peluang pengguna mendapatkan akses charger tanpa harus menunggu terlalu lama.
Meski demikian, pengguna tetap perlu memperhatikan kondisi di lapangan. Pada jam sibuk, seluruh titik charging tetap berpotensi digunakan secara bersamaan.
Karena itu, pemilik mobil listrik yang memiliki agenda cukup padat sebaiknya tetap memperhitungkan kemungkinan antrean sebelum datang.
Pilihan Daya Mulai 22 kW hingga 120 kW
Dari sisi kemampuan pengisian, fasilitas charging di lokasi ini disebut memiliki pilihan daya mulai dari 22 kW hingga 120 kW.
Perbedaan daya tersebut tentu berpengaruh terhadap kecepatan pengisian baterai.
Charger dengan daya lebih besar dapat memberikan pengisian yang lebih cepat, meskipun kecepatan sebenarnya tetap bergantung pada kemampuan mobil listrik dalam menerima daya.
Sebagai contoh, apabila sebuah mobil memiliki kemampuan penerimaan daya DC yang tinggi, charger berdaya besar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sebaliknya, apabila kemampuan charging kendaraan lebih rendah, daya yang masuk akan mengikuti batas kemampuan kendaraan tersebut.
Artinya, pengguna tidak bisa hanya melihat angka 120 kW dan menganggap semua mobil akan mengisi baterai dengan kecepatan yang sama.
Selain kemampuan charger dan kendaraan, kondisi baterai, temperatur baterai, serta persentase kapasitas baterai juga dapat memengaruhi kecepatan pengisian.
Pada umumnya, pengisian daya juga tidak selalu berlangsung pada daya maksimum dari awal hingga baterai penuh. Ketika kapasitas baterai semakin tinggi, sistem kendaraan dapat menurunkan daya pengisian untuk menjaga keamanan dan kesehatan baterai.
Menggunakan Konektor CCS2
Untuk konektor, fasilitas ini menggunakan standar CCS2 (Combined Charging System 2) yang menjadi salah satu standar konektor pengisian kendaraan listrik yang banyak digunakan di Indonesia.
CCS2 digunakan oleh berbagai model mobil listrik yang beredar di pasar Indonesia. Karena itu, pemilik kendaraan dengan dukungan konektor CCS2 dapat lebih mudah memanfaatkan fasilitas charging tersebut. Namun, sebelum datang, pengguna tetap disarankan memastikan jenis konektor dan kemampuan charging mobil masing-masing.
Pasalnya, tidak semua kendaraan listrik menggunakan konfigurasi konektor yang sama. Selain konektor, kemampuan menerima AC maupun DC juga berbeda-beda pada setiap model kendaraan. Informasi tersebut penting diperhatikan agar pengguna tidak salah memilih titik charger ketika berada di lokasi.
Berapa Biaya Charging di SPKLU TSM Bandung?
Untuk biaya pengisian, tarif listrik SPKLU mengikuti ketentuan yang berlaku. Berdasarkan informasi yang digunakan dalam materi ini, tarif pengisian cepat berada di kisaran Rp2.466 per kWh.
Dengan sistem tarif berdasarkan energi yang digunakan, biaya charging akan bergantung pada jumlah kWh yang masuk ke baterai. Sebagai gambaran sederhana, apabila sebuah mobil memiliki baterai sekitar 40 kWh dan dilakukan pengisian dari kondisi kosong hingga penuh, biaya energi secara matematis berada di sekitar:
40 kWh × Rp2.466 = Rp98.640
Artinya, kebutuhan energi untuk mengisi baterai 40 kWh secara penuh berada di kisaran Rp100 ribuan, sebelum memperhitungkan komponen biaya lain yang mungkin berlaku.
Perhitungan tersebut hanya merupakan ilustrasi. Dalam penggunaan sebenarnya, kondisi baterai tidak selalu benar-benar kosong ketika kendaraan mulai melakukan charging. Selain itu, kapasitas baterai yang tertera pada spesifikasi kendaraan juga tidak selalu sama dengan jumlah energi yang dibayarkan dari kondisi tertentu sampai penuh.
Pengguna juga perlu memperhatikan ketentuan biaya yang berlaku di lokasi.
Ada Biaya Parkir atau Valet Mall
Hal lain yang perlu diperhatikan ketika melakukan charging di TSM Bandung adalah biaya parkir atau valet.
Karena lokasi SPKLU berada di area depan lobby utama, penggunaan fasilitas tersebut dapat berkaitan dengan ketentuan parkir atau valet yang diterapkan oleh pihak mall.
Dengan kata lain, biaya yang dikeluarkan pengguna bukan hanya energi listrik yang masuk ke baterai. Hal ini penting diketahui sejak awal supaya pemilik mobil listrik dapat memperkirakan total pengeluaran selama melakukan pengisian daya.
Untuk pengguna yang memang sedang berkunjung ke TSM Bandung, biaya tersebut tentu bisa dianggap sebagai bagian dari aktivitas parkir di pusat perbelanjaan. Sementara bagi pengguna yang hanya datang untuk melakukan charging, sebaiknya memperhatikan aturan parkir dan valet yang berlaku pada saat kunjungan.
Charging Sambil Beraktivitas di Mall
Keberadaan SPKLU di depan lobby memberikan satu keuntungan besar, yaitu pengguna tidak harus duduk menunggu di dalam mobil selama proses pengisian.
Setelah kendaraan terhubung ke charger, pemilik dapat masuk ke area mall. Aktivitas sederhana seperti makan, minum kopi, berbelanja, bertemu teman, atau melakukan pekerjaan dapat dilakukan sambil menunggu baterai mendapatkan tambahan daya.
Konsep ini sebenarnya menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan ekosistem kendaraan listrik. Pengalaman menggunakan mobil listrik tidak hanya bergantung pada kemampuan baterai dan jarak tempuh. Infrastruktur charging yang terintegrasi dengan pusat aktivitas masyarakat juga memiliki peran besar.
Semakin mudah menemukan charger, semakin mudah pula masyarakat menggunakan mobil listrik untuk aktivitas sehari-hari.
Cocok untuk Pengguna Mobil Listrik di Bandung
Bandung merupakan salah satu kota dengan aktivitas kendaraan yang cukup tinggi. Mobilitas masyarakat tidak hanya berlangsung di pusat kota, tetapi juga menghubungkan berbagai kawasan di sekitar Bandung Raya.
Dalam kondisi seperti ini, keberadaan SPKLU di pusat perbelanjaan menjadi salah satu alternatif bagi pengguna kendaraan listrik.
Pengemudi tidak harus secara khusus mencari waktu untuk melakukan charging. Misalnya, seseorang datang ke TSM Bandung untuk makan dan berbelanja selama beberapa jam. Dalam waktu tersebut, kendaraan dapat sekaligus mendapatkan tambahan daya.
Hal ini membuat aktivitas charging terasa lebih praktis karena tidak selalu harus dilakukan sebagai perjalanan khusus menuju SPKLU. Apalagi dengan tersedianya beberapa titik charging, peluang pengguna mendapatkan fasilitas pengisian daya juga menjadi lebih baik.
Tetap Perhatikan Kondisi Baterai Sebelum Charging
Meskipun tersedia charger dengan daya hingga 120 kW, pemilik mobil listrik sebaiknya tidak selalu menunggu baterai benar-benar habis sebelum melakukan pengisian.
Untuk perjalanan sehari-hari, pengisian sebagian baterai saat kendaraan sedang parkir dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.
Contohnya, ketika baterai masih memiliki sisa daya cukup tetapi pengguna memang sedang berada di mall dalam waktu tertentu, tambahan energi dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang jarak tempuh setelah meninggalkan lokasi.
Pengguna juga perlu memahami bahwa durasi pengisian setiap mobil berbeda. Mobil dengan baterai lebih besar belum tentu selalu lebih lama secara mutlak karena kemampuan menerima daya juga menjadi faktor penting. Karena itu, sebelum menggunakan SPKLU, sebaiknya cek spesifikasi kendaraan dan kemampuan maksimal charging yang didukung.
SPKLU Jadi Bagian Penting Ekosistem Mobil Listrik Bandung
Kehadiran SPKLU di TSM Bandung memperlihatkan bahwa infrastruktur kendaraan listrik mulai ditempatkan di lokasi yang dekat dengan aktivitas masyarakat.
Bukan hanya di rest area atau fasilitas khusus kendaraan listrik, charger kini semakin banyak ditempatkan di pusat perbelanjaan dan lokasi publik.
Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan membeli mobil listrik, perkembangan ini menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan. Jarak tempuh baterai memang penting, tetapi akses terhadap fasilitas charging juga tidak kalah penting.
Mobil dengan jarak tempuh jauh tetap membutuhkan pengisian energi. Sebaliknya, mobil dengan baterai yang tidak terlalu besar dapat tetap nyaman digunakan apabila jaringan charging mudah ditemukan. Dengan adanya SPKLU TSM Bandung yang berada di depan lobby utama, pengguna mendapatkan alternatif charging yang cukup strategis ketika berada di kawasan tersebut.
Sebelum Datang, Pastikan Informasi Charger
Meskipun informasi mengenai jumlah titik, daya, dan tarif sudah tersedia, kondisi operasional di lapangan dapat berubah.
Karena itu, pengguna sebaiknya memastikan terlebih dahulu ketersediaan charger, jenis konektor, tarif terbaru, serta aturan parkir atau valet sebelum melakukan perjalanan. Terlebih ketika datang pada akhir pekan atau hari libur, tingkat penggunaan fasilitas charging berpotensi lebih tinggi.
Bagi pengguna yang membutuhkan kepastian lokasi SPKLU, pencarian titik charging dapat dilakukan melalui direktori charging yang menyediakan informasi lokasi pengisian kendaraan listrik.
Cari lokasi SPKLU terdekat dan temukan berbagai titik charging kendaraan listrik melalui charging.evcar.id.
Kesimpulan
SPKLU TSM Bandung menjadi salah satu fasilitas charging yang menarik karena memiliki lokasi strategis, yaitu tepat di depan lobby utama mall.
Dengan 5 titik charging yang dapat melayani hingga 7 mobil secara bersamaan, fasilitas ini menawarkan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan tambahan energi ketika beraktivitas di TSM Bandung.
Daya charger yang tersedia berada pada rentang 22 kW hingga 120 kW, dengan konektor CCS2 yang banyak digunakan kendaraan listrik di Indonesia.
Untuk biaya listrik, perhitungan berdasarkan tarif sekitar Rp2.466 per kWh membuat pengisian baterai 40 kWh secara teoritis berada di kisaran Rp100 ribuan. Namun, pengguna tetap harus memperhitungkan biaya parkir atau valet mall sesuai ketentuan yang berlaku.
Yang paling penting, lokasi charger yang berada di depan lobby membuat proses charging terasa lebih praktis. Pengguna bisa datang, parkir, menghubungkan kendaraan ke charger, lalu melanjutkan aktivitas di dalam mall.
Bagi perkembangan kendaraan listrik di Bandung, fasilitas seperti ini tentu menjadi bagian penting dari ekosistem mobilitas yang semakin ramah lingkungan.
EVCar.id akan terus menghadirkan informasi seputar mobil listrik, SPKLU, teknologi charging, serta perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.