JAKARTA, EVCAR.ID — Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 kembali menjadi panggung penting bagi industri otomotif nasional. Namun, bukan hanya deretan mobil baru yang menarik perhatian. Rekap Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) hingga Kamis (20/8/2026) menunjukkan satu tren yang semakin sulit diabaikan: kendaraan elektrifikasi mulai menjadi mesin utama penjualan sejumlah merek.
Mobil listrik dan hybrid kini tidak lagi sekadar menjadi produk pelengkap di lini kendaraan sebuah merek. Di GIIAS 2026, sejumlah model elektrifikasi justru tampil sebagai penyumbang terbesar SPK.
Di tengah perubahan tersebut, Toyota masih menjadi merek dengan perolehan SPK tertinggi.
Toyota Masih Memimpin, Hybrid Jadi Penopang Utama
Toyota mencatat total 6.175 SPK sepanjang GIIAS 2026 hingga 20 Agustus. Posisi ini menempatkan Toyota sebagai merek dengan pemesanan kendaraan terbanyak dalam daftar yang telah dipublikasikan.
Menariknya, performa tersebut tidak hanya ditopang oleh model bermesin konvensional. Innova Zenix Hybrid dan Veloz Hybrid menjadi bagian penting dari kontribusi penjualan Toyota.
Hal ini memperlihatkan bahwa strategi elektrifikasi Toyota melalui teknologi hybrid masih memiliki daya tarik kuat di pasar Indonesia, terutama bagi konsumen yang menginginkan efisiensi tanpa harus sepenuhnya beralih ke mobil listrik berbasis baterai.
BYD Tembus 4.000 SPK, M6 Jadi Salah Satu Andalan
Di posisi kedua terdapat BYD dengan perolehan lebih dari 4.000 SPK.
Merek asal China tersebut kembali menunjukkan kekuatan di segmen kendaraan listrik. Salah satu model yang menjadi kontributor penting adalah BYD M6, MPV listrik yang menyasar kebutuhan keluarga.
Capaian BYD sekaligus mempertegas bahwa mobil listrik mulai mampu bersaing dalam volume penjualan, bukan sekadar menarik perhatian karena teknologi dan desainnya.
Chery dan Wuling Tunjukkan Kekuatan Mobil Listrik
Chery berada di posisi ketiga dengan sekitar 3.500 SPK. Yang menarik, sekitar separuh pemesanan disebut berasal dari Chery Q, mobil listrik yang bermain di segmen harga lebih terjangkau.
Jika angka tersebut terus bertahan, Chery Q menjadi salah satu contoh bahwa faktor harga semakin penting dalam mendorong adopsi mobil listrik di Indonesia.
Sementara itu, Wuling mencatat 3.290 SPK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.238 unit atau sekitar 68 persen berasal dari Wuling Air ev.
Kontribusi tersebut sangat signifikan. Artinya, sebagian besar penjualan Wuling selama pameran ditopang oleh mobil listrik, bukan sekadar model konvensional.
Geely EX2 Juga Jadi Motor Penjualan
Fenomena serupa terlihat pada Geely Group.
Geely mencatat sekitar 3.033 SPK, dengan kurang lebih 70 persen di antaranya disumbangkan oleh Geely EX2.
Angka tersebut menjadi sinyal menarik bagi pasar. Model listrik berukuran kompak mulai mendapatkan ruang yang semakin besar, terutama ketika konsumen mulai mempertimbangkan biaya penggunaan, efisiensi energi, serta harga kendaraan sebagai satu kesatuan.
Aion V dan Xforce Hybrid Perkuat Tren Elektrifikasi
GAC Aion mengantongi 2.170 SPK, dengan Aion V menjadi model terlaris melalui kontribusi sebanyak 1.122 unit.
Di sisi lain, Mitsubishi membukukan 3.212 SPK. Lebih dari 1.000 unit di antaranya berasal dari Xforce Hybrid.
Dengan demikian, tren elektrifikasi di GIIAS 2026 tidak hanya datang dari mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV). Teknologi hybrid juga memiliki peran besar dalam membentuk angka penjualan.
Daftar SPK GIIAS 2026: Siapa Saja yang Masuk 17 Besar?
Berikut rekap perolehan SPK merek yang telah mengumumkan angka penjualan selama GIIAS 2026 hingga 20 Agustus:
| Posisi | Merek | SPK |
|---|---|---|
| 1 | Toyota | 6.175 |
| 2 | BYD | >4.000 |
| 3 | Chery | 3.500 |
| 4 | Wuling | 3.290 |
| 5 | Mitsubishi | 3.212 |
| 6 | Geely Group | 3.033 |
| 7 | GAC Aion | 2.170 |
| 8 | Suzuki | 1.336 |
| 9 | Isuzu | 1.180 |
| 10 | Changan | 1.120 |
| 11 | MG Motor | 1.088 |
| 12 | Jetour | 1.038 |
| 13 | iCar | >1.000 |
| 14 | DFSK | 625 |
| 15 | Daihatsu | 591 |
| 16 | BAIC | 407 |
| 17 | GWM | >350 |
Di luar jajaran tersebut, masih ada sejumlah merek peserta GIIAS 2026 yang belum mengumumkan angka SPK secara resmi.
Merek-merek tersebut antara lain Aletra, Audi, BMW, Citroën, Ford, Honda, Hyundai, Jaecoo, Jeep, Kia, Leapmotor, Lepas, Maxus, Mazda, Mercedes-Benz, MINI, Nissan, Polytron, Subaru, VinFast, Volkswagen, Volvo, hingga Xpeng.
Belum adanya angka resmi dari merek-merek tersebut tentu tidak bisa diartikan bahwa mereka tidak mencatat transaksi. Data SPK masing-masing merek memang belum seluruhnya dipublikasikan kepada masyarakat.
GIIAS 2026 Beri Sinyal Baru untuk Pasar Otomotif Indonesia
Jika melihat pola penjualan yang muncul, GIIAS 2026 memberikan gambaran menarik mengenai arah pasar otomotif Indonesia.
Elektrifikasi mulai bergerak dari sekadar tren menjadi salah satu sumber volume penjualan.
Toyota mengandalkan hybrid, sementara BYD, Wuling, Geely, dan GAC Aion menunjukkan kuatnya permintaan terhadap mobil listrik murni. Chery juga memperlihatkan bahwa kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau berpotensi menjadi salah satu kunci memperluas pasar.
Yang tidak kalah menarik adalah besarnya kontribusi satu model listrik terhadap total penjualan sebuah merek. Wuling Air ev menyumbang sekitar 68 persen SPK Wuling, sedangkan Geely EX2 berkontribusi sekitar 70 persen terhadap SPK Geely Group.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan elektrifikasi.
Namun, pertarungan berikutnya bukan hanya soal siapa yang mampu menghadirkan mobil listrik terbaru. Harga, jarak tempuh, infrastruktur pengisian daya, fitur, layanan purnajual, serta nilai jual kembali akan menjadi faktor penting untuk menentukan apakah momentum elektrifikasi di GIIAS 2026 dapat berlanjut setelah pameran berakhir.
GIIAS 2026 pun akhirnya bukan sekadar panggung untuk melihat mobil masa depan. Dari angka SPK yang mulai bermunculan, masa depan kendaraan elektrifikasi tersebut tampaknya sudah mulai dibeli konsumen Indonesia hari ini.
